Relatif Sekali yah…

Alhamdulillah sudah dua hari ini saya diberikan cobaan oleh Allah Swt untuk merasakan nyerinya sakit gigi. Gusi gigi geraham atas kanan saya bengkak, dan saya tidak tahu kenapa. Sebelumnya saya tidak pernah sakit gigi. Wah, rasa nyut-nyutan nya luuuar biasa sekali. Padahal hanya sekedar gusi bengkak saja. Dampaknya pun luar biasa. Bagian-bagian tubuh saya yang sehat sepertinya tidak dapat berfungsi normal. Mulut malas untuk bicara. Mata terasa berat dan berair sehingga inginnya selalu dipejamkan saja. Sekedar menelan ludahpun menjadi sulit dan cukup menyakitkan. Badan meriang dan demam!

Nyut-nyutan itu begitu menusuk, sehingga membuat pelipis seperti memar. Aktivitas mengunyah yang biasanya dilakukan otomatis dan mudah, tiba-tiba menjadi susah dan saya benar-benar kehilangan orientasi ”bagaimana cara mengunyah yang benar”. Sakit sekali kalau mengunyah!

Semuanya menjadi relatif.
Makanan kesukaan saya, tiba-tiba menjadi sosok makanan yang mengerikan.
Aktivitas makan yang tadinya menyenangkan, berubah menjadi suatu yang dihindarkan.
Mendengar musik yang tadinya nyaman ditelinga, tiba-tiba menjadi bising dan memekakkan.
Ngobrol yang begitu saya sukai, menjadi tidak enak dan nyaman.
Aktivitas berfikirpun terasa sulit. Ingin sekali memindahkan fokus pikir dari rasa sakit ke tempat yang lain. Tetapi nyeri itu, memaksa saya untuk terus merasakannya.
Pokoknya semua menjadi tidak enak. Saya jadi lupa, bagaimana rasanya sehat!

Dan itu, baru sekedar dampak yang ditimbulkan dari gusi bengkak! Subhanallah, hebat sekali, penyakit yang kelihatan simpel itu telah memberi pelajaran betapa relatifnya kenikmatan dan kesenangan di dunia ini.

Mungkin ini hanya contoh kecil dari peringatan Allah Swt

”…Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan Sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal”. (QS Al Mu’min:39)

Kesenangan dunia relatif dan kesenangan di akhirat kekal. Kalimat ini sering kita dengar dan sudah kita ketahui. Tetapi bukankah ini sebenarnya pernyataan yang luar biasa kalau kita mau memikirkannya. Toh, kita pasti mati dan meninggalkan semua kesenangan dunia.

Semoga Allah Swt selalu memberi petunjuk dan memberikan pemahaman yang benar mengenai Al Islam kepada kita semua. Amin.

Wuallahu a’lam bishawab.

About these ads

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Tulisan ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s