Nasehat buat diri sendiri

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Kata “Nasehat” sudah sering sekali terdengar atau terucap dari bibir kita. Sejak kecil kita sudah dinasehati. Ketika menjadi orang tua, kitapun mulai memberikan nasehat kepada anggota keluarga yang lain. Dan, kecenderungannya. Kadang tidak nyaman kalau kita dinasehati oleh orang lain! seperti ada yang kurang enak dilubuk hati ini. Terutama disaat nasehat itu masuk ke telinga dan hati kita. Biasanya, seiring waktu…ketika emosi dan hati mulai tenang,…perlahan-lahan kita baru bisa mencerna “kebaikan” dari nasehat yang diberikan orang lain tersebut.

Secara sadar sebenarnya, kita tahu, bahwa kita perlu nasehat. hanya kadang, teknik yang tidak tepat membuat nasehat menjadi tidak efektif. Nah, untuk mensiasati kejadian ini. Saya biasanya mengembangkan teknologi yang saya sebut dengan “Nasehat buat diri sendiri”. Karena, tidak lucu kalau saya tidak terima atau mengedumel sama pemberi nasehatnya, Kalau nasehat itu datang dari diri saya sendiri. Untuk bisa memberi nasehat kepada diri sendiri secara objektif, saya menggunakan Al Qur’an dan Sunnah Rosulullah Saw, sebagai referensi. Saya baca, saya buat catatan, saya renungi, saya nasehati diri ini dengan sumber kebenaran tersebut.

Ini salah satu contoh, tulisan nasehat untuk diri sendiri ketika saya sedang down…

” Yakinlah Bud, bahwa Allah telah menyebutkan bahwa siapa saja yang bersungguh-sungguh dalam melakukan apapun demi kebaikan, maka ia akan memberikan jalan keluar dari berbagai kesulitan yang dihadapinya (QS 29:69).”

“”Ayo, jangan pernah berhenti dan bosan untuk belajar,….Landasi semua kegiatanmu dengan ilmu, karena apapun yang kamu lakukan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah (termasuk mata mu, pendengaran mu, penghlihatan mu). Ingat Bud, tanpa ilmu berarti Bodoh. dan Kebodohan akan menghasilkan keraguan dan kesalahan…ini berlaku untuk semua kegiatan (termasuk tata cara ibadah). Rugilah orang yang membiarkan dirinya menjadi bodoh. Beruntunglah orang yang selalu mengupgrade ilmunya, karena Allah Swt meninggikan derajat orang-orang yang berilmu”

” Hey Budi, jangan LALAI!. Orang lalai itu adalah orang yang sudah tahu tetapi tidak dikerjakan atau malah dilanggar. Karena ini lebih parah dari orang bodoh yang tidak tahu sama sekali. Orang lalai itu, diumpamakan oleh Allah Swt, sebagai makhluk yang lebih sesat dari binatang ternak !. dan ada yang lebih parah lagi yaitu orang yang terus menyimpang dan sesat dari jalan Allah Swt (selalu berbuat dosa). Orang seperti ini, hatinya akan terkunci dari hidayah Allah Swt,,,dan ia akan terus dan semakin terpuruk dalam kenistaan….Jadi tidak ada jalan lain, terus belajar yaa…dan praktekan. Selalu memohon ampun pada Allah Swt, selalu memohon agar Allah selalu memberi hidayahNya dan memberi pertolongan dan perlindungan dari bisikan dan hasutan Syetan yang tidak bisa kita lihat..”

Begitu, kira-kira teknologi “menasehati diri sendiri” yang Alhamdulillah saya lakukan.
Insya Allah merupakan ijtihat yang diridhoi Allah Swt.
Semoga bermanfaat.
Huallahu a’lam bishowab.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Budi Purnomo

About these ads

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s