Bandwagon

Sejarah Para Nabi dan manusia-manusia besar merupakan pelajaran bahwa pendapat mayoritas sering kali salah dan bahkan sesat. Kebenaran, bahkan kadang kerap kali di anggap asing karena sedikitnya orang yang mengakui kebenaran. Rasulullah SAW, juga mengingatkan bahwa Islam pada awalnya asing-dianggap aneh- dan kelak akan kembali dianggap asing. Hati-hati dengan ungkapan vox populi vox dei (suara rakyat adalah suara Tuhan). Yang terbanyak itu yang benar!, belum tentu.

Andaikan suara rakyat (yang terbanyak) adalah suara Tuhan, tentu umat Nabi Nuh a.s tidak akan ditenggelamkan karena ingkarnya mereka. Tentu Allah tidak akan menimpakan azab kepada kaum Nabi Luth a.s. Suara rakyat bukan suara Tuhan. Dalam Al Qur’an, kata aktsaruhum (kebanyakan mereka) biasanya diikuti dengan predikat yang buruk, misalnya laa ya’qilun (tidak berakal), laa yasykurun (tidak bersyukur) atau

laa ya’lamun (tidak berilmu).

”Dan jika kamu mengikuti kebanyakan (mayoritas) orang-orang yang ada di muka bumi ini. Niscaya mereka akan menyesatkan mu dari jalan Allah…..”  (QS. al An’aam:116)

(dikutip dari ”Dunia Kata” by M.Fauzil Adhim)

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s