Inilah “Kata/kalimat” yang beralih makna

Noam Chomsky dalam bukunya “Menguak Tabir Terorisme Internasional” terlihat begitu gusar dengan cara pandang orang pada realitas yang ada saat ini. Bagaimana tidak, media internasional yang dikuasai oleh “kelompok zionis” begitu “berhasil” membentuk “makna kata” atas suatu istilah, sesuai dengan kehendak mereka. Sehingga Noam Chomsky bilang bahwa seolah-oleh dunia ini ada dua bagian: dunia sebenarnya dan dunia “newspeak” yang editornya adalah penerbit adikuasa (baca zionis).

Istilah “Proses Perdamaian”  berarti usulan perdamaian yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Sebaliknya  usulan perdamaian dari Negara lain (misalnya palestina dan Negara-negara Islam lainnya) dianggap sebagai penolakan atas proses perdamaian. Pemaknaan yang intensif melalui media, menyebabkan secara tidak sadar kita menjadi “simpati pada AS” yang seolah-olah telah bersusah payah menciptakan perdamaian. Di sisi lain, akan terbentuk opini “kebencian” pada Negara non sekutu AS (Negara Islam) karena menolak perdamaian usulan AS!

Bila Negara-negara di jazirah Arab yang menerima usulan AS akan disebut “moderat”, tetapi bila menolak seolah-olah dunia akan menyebutnya sebagai “ekstrimis”. Sehingga akan terbentuk mindshare, kalau mendengar atau membaca istilah “ekstrimis” asosiasi langsung tertuju pada “Libanon, Iran atau Irak atau kelompok-kelompok kecil orang Islam”.

Teroris sebenarnya berarti tindakan kekerasan yang disertai dengan sadisme guna menakut-nakuti lawan. Tetapi, apa makna teroris saat ini? Terorisme menurut kamus newspeak saat ini adalah tindakan protes yang dilakukan oleh Negara-negara non sekutu AS atau sekelompok kecil orang yang beratribut “Islam”. Contoh, Pembunuhan atas 3 orang Israel di Laranca beberapa tahun lalu, disebut sebagai aksi Terorisme. Tetapi pembataian rakyat palestina di Jalur Gaza disebut sebagai “AKSI BALASAN” atau tindakan prevententive!!! Bila ada “sekelompok orang” orang ditangkap oleh pergerakan Islam akan disebut “sandera”. Tetapi apabila ada sekelompok orang palestina yang ditangkap oleh tentara zionis Israel mereka menyebutnya sebagai “pelaku tindakan subversive atau para fundamentalis”…

Istilah yang tak kalah ngetop lainnya adalah “tatanan dunia baru (new world order)”. Dalam kamus dunia adikuasa. Istilah ini berarti system ekonomi dan militer dunia yang sepenuhnya harus tunduk pada AS. Jadi, ketika pesawat-pesawat tempur AS dan sekutunya membombardir Bagdad dan menyerang kawasan sipil, membunuh lebih dari setengah juta rakyat sipil dan ratusan ribu lagi setelah itu,,,Apa kata newspeak, “AS sedang menegakkan tatanan dunia baru. Ketika AS memasok berbagai senjata canggih ke Israel tetapi membatasi persenjataan di Palestina, mereka menyebutnya dengan sedang “mengajukan usulan perdamaian”. Ketika saat ini, tentara zionis Israel membombardir kawasan sipil di Jalur Gaza dan telah membunuh lebih dari 1000 jiwa,,,AS menyebutkan “HAMAS lah penyebab masalah ini, karena HAMAS adalah jaringan Teroris yang anti perdamaian” dan Pihak Israel menyebutkan “bahwa ini adalah aksi balasan dari serangan HAMAS ke kawasan Israel”…dan lihat reaksi dunia dan Negara lain,,,manggut-manggut saja. Seolah-olah…ya, memang seperti itu lah opini dunia. Anda juga setuju?

Pendifinisian istilah-istilah di atas, tidak lain bertujuan untuk mengendalikan opini, termasuk opini umat Muslim di seluruh dunia. Dalam bukunya “Ghazwun min al Dakhil”, Jamal Suthan mengingatkan bahwa permainan istilah-istilah tersebut sangat berbahaya dampaknya, karena dapat menghancurkan wadah ekspresi dan dapat menghancurkan “kebanggaan” akan beragama Islam,,,bahkan malah jadi minder sebagai seorang Muslim…Nauzubillah.

Banyak sekali peringatan Allah Swt dalam Al Qur’an bahwa syetan akan menggunakan perkataan yang seolah-olah benar guna menipu dan memalingkan Akidah kita. Bukankah Nabi Adam as, juga sempat terpedaya oleh perkataan manis syetan, sehingga akhirnya memakan buah terlarang!

Ya, Allah Penguasa Alam Semesta, tunjukilah kami jalan yang lurus yang Engkau Ridhoi…Amin

(cukilan dari tulisan Abu Ridha, “Makna di tengah kegalauan serbuan peradaban”)

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Sebaiknya anda tahu dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s