Jahiliyah…apa itu? (2)

Kejahiliyahan identik dengan kebodohan atau tidak mempunyai ilmu. Orang yang tidak berilmu, kecenderungannya ia hanya menjadi pengekor yang setia, tetapi tidak tahu mengapa dia mengekor. Yang dia tahu adalah pokoknya ikut saja, kalau yang diikuti melakukan suatu ritual tertentu, dia juga akan ikut seperti itu, yang penting pertahankan tradisi nenek moyang (taqlid). Orang seperti ini akan bingung menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Bisa-bisa yang salah dia anggap benar dan sebaliknya. Jadilah kehidupan jahiliyah melingkupi dirinya. Allah Swt telah melarang kita melakukan sesuatu tanpa ilmu. Ibadah tanpa ilmu pasti kering dan tidak bermakna. Seperti misalnya, memahami makna Laa ilaaha illa Allaah, itu pasti perlu ilmu. Kalimat itu tidak hanya sekedar ucapan, Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah. Banyak konsekwensi dibalik pernyataan keislaman tersebut. Abu jahal (gembongnya kaum kafir quraisy) pasti paham konsekwensinya, itu sebabnya ia tidak mau mengucapkan syahadatain. Ia rela mati dalam keadaan kafir demi ilahnya yang bukan Allah itu. Seseorang yang beragama Islam yang sering mengucapkan kalimat 2 syahadat secara rutin, tentu lebih aneh lagi kalau ia tidak tahu makna dan konsekwensi dari pengakuan tersebut. Ilmu adalah jadi penting sekali dalam konteks ini.

”dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS al Israa (17) : 36)

Propaganda jahiliyah memang sangat luar biasa sekali. Hampir setiap jengkal media yang ada ikut berpartisipasi menyuarakan ajakan jahiliyah. Al Ghazw Fikri (Perang pemikiran) memang sedang dan terus dilancarkan oleh musuh-musuh Islam, agar umat Islam menuju ke kegelapan jahiliyah dan bodoh. Bukankah lebih mudah menaklukan umat yang bodoh dan terpecah belah. Kalau dahulu pelaku kehidupan jahiliyah adalah kaum kafir, jangan-jangan saat ini umat islam ikut-ikut berperan serta dalam kejahiliyahan. Kalau dahulu umat islam menentang kehidupan jahiliyah kaum kafir. Jangan-jangan sekarang umat Islam malah:

–          Ikut gaya hidup jahiliyah mereka.

–          Berteman akrab dan mencintai mereka

–          Pro dan loyal kepada mereka

–          Menjadikan mereka pemimpin dan idola

–          Berperilaku dan mengikuti penampilan mereka

–          Menganggap aneh dan radikal, muslim yang setia pada Al Qur’an dan As sunnah.

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya”. (QS Ali Imron (3) : 118)

”Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (QS al Baqarah (2) : 120)

”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (QS. al Maidah:51)

Hadist dari Jabir bin Abdullah r.a., ”Kami bersama Rasulullah pada suatu peperangan, lalu orang Anshar berteriak, ”Hidup Orang Anshar”. Dan orang Muhajirin pun berteriak, ”Hidup orang Muhajirin”. Mendengar semua itu Rasulullah Saw bersabda, ”Mengapa terjadi seruan Jahiliyah? Jangan kalian lakukan itu karena seruan itu busuk.”

Bangga terhadap kelompok, suku, partai atau golongan saja, oleh Rasul sudah dianggap bagian dari Jahiliyah. Apalagi lebih dari itu. Memang sudah saatnya kita bersatu dan kembali pada Al Qur’an dan Sunnah untuk melawan Al Ghazw Fikri. Agama Allah (Islam) pasti menang, hanya masalahnya kita ikut menjadi bagian dari kemenangan itu atau tidak?

Allahu ’alam bis showab.

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s