Romadhon sebagai milestone kita (1)

Insya Allah, kalau kita diberi kesempatan, dalam beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Romadhon. Bulan paling istimewa diantara 11 bulan lainnya. Keistimewaan bulan ini mungkin sudah sering kita dengar dari para khotib. Tetapi, apakah kita bisa memanfaatkan keistimewaan tersebut dengan optimal? Nah, ada baiknya kita muhasabah, mumpung masih ada waktu untuk itu.

Adalah suatu kerugian yang nyata apabila ada orang yang hobinya melakukan kesalahan berulang-ulang. Begitu juga dengan optimalisasi Romadhon. Masak sih, Ramadhon tahun ini, akan berkesan sama dengan tahun-tahun lalu. Nah, tulisan ini, Insya Allah bertujuan sebagai pre-alert, peringatan dini agar kita tidak kecolongan dalam memanfaatkan momentum Romadhon kali ini.

Rasul pernah bersabda ”Telah datang kepadamu bulan Romadhon, bulan keberkahan. Allah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan doa. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakan kalian kepada para malaikatNya. Maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari kalian. Karena orang yang sengsara adalah orang yang tidak mendapat berkah Allah di bulan ini. (HR Ath-Thabrani).

Dan tentunya masih banyak lagi hadits yang menjelaskan fadhilah dan keistimewaan Romadhon.

Ibadah utama Romadhon adalah Shaum (puasa), tetapi dari hadits di atas jelas tergambarkan bahwa ibadah apapun yang dilakukan selama Romadhon bernilai istimewa. Bahkan kita diminta untuk berlomba-lomba melakukan amal ibadah terbaik di bulan tersebut.  Allah Swt telah menjelaskan dalam Al Qur’an bahwa tujuan shaum romadhon adalah agar kita menjadi hambanya yang bertaqwa (QS 2:183). Nah, sepertinya ada benang merah yang jelas. Bahwa ibadah yang dilakukan selama bulan Romadhon, mulai dari puasa, sholat, zakat, dzikirullah, berdoa, tadabur Al Qur’an, berbuat kebaikan dan menjauhi maksiat  ujung-ujungnya adalah untuk membentuk karakter pribadi seorang muslim yang bertaqwa kepada Allah Swt. Untuk maksud itu, saya mencatat ada beberapa poin penting yang perlu kita renungkan terkait dengan aktivitas dan hikmah selama bulan Romadhon, antara lain:

  • Romadhon adalah bulan pelatihan intensif bagi kita untuk dapat menjadi hamba Allah Swt yang bertaqwa. Artinya, bahwa untuk mencapai tingkatan taqwa itu bukan tiba-tiba menjadi taqwa. Ada ”kerja keras”, ”pengorbanan” dan ”pembiasan” serta ajang latihan yang harus dilakukan untuk itu.
  • Pelatihan itu meliputi aktivitas fisik dan mental yang fokusnya adalah shaum. Aktivitas fisik pada shaum dilakukan untuk melatih kita agar dapat mengendalikan nafsu pada kebutuhan dasar manusia,  misalnya: makan, minum & hubungan suami istri. Karena banyak kasus menunjukkan bahwa, gara-gara ”gagal mengendalikan” urusan dasar tersebut banyak manusia yang berani melanggar aturan Allah Swt dan berani dengan terang-terangan melakukan apa yang dilarang oleh Allah Swt. Kalau sudah begitu, kan tidak mungkin ia dikategorikan sebagai orang yang bertaqwa.

Aspek mental yang dilatih dalam shaum adalah pengendalian diri yang antara lain meliputi: menjaga lisan, menahan marah, menjaga syawat dan menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bernilai ibadah. Misalnya (mohon maaf) merokok, menghabiskan waktu (ngabuburit) dengan main kartu/gaple, main game di komputer atau PS, nongkrong di kafe dan kegiatan lain yang serupa. Kadang kita memang tidak memakai akal sehat. Hanya karena tidak mampu mengendalikan diri, kita lantas membenarkan atau melakukan hal-hal yang tidak bernilai tambah pada diri kita, keluarga dan dakwah islamiyah. Misalnya merokok (maaf untuk yang masih merokok). Dengan rendah hati saya kembali menghimbau, silahkan dipikirkan kembali manfaat dan mudharat dari kebiasan merokok itu! Saya yakin kita semua tidak ingin membangun generasi islam nanti (anak-anak kita) menjadi muslim yang perokok. Bagaimana caranya untuk membentuk generasi seperti itu, ”Jangan Memberi Contoh”, titik. So. manfaatkanlah momentum romadhon kali ini untuk melakukan gebrakan terbesar dalam sejarah hidup kita masing-masing. Temen saya pernah bilang, ”berhenti merokok adalah salah satu prestasi terbesar dalam sejarah hidupnya!”. ”Stop kebiasaan-kebiasaan yang tidak bernilai tambah bagi keluarga dan agama mu”.

  • Romadhon adalah bulan ilmu. Bukankah Al Qur’an diturunkan pertama kali pada bulan Romadhon? dan wahyu pertama adalah perintah membaca (iqro/bacalah!). Maka manfaatkanlah atmosfir yang kondusif di bulan Romadhon untuk mengejar ketinggalan kita mengenai ilmu-ilmu islam, terutama segala hal terkait dengan Al Qur’an. Kuantitas ayat Al Qur’an yang dibaca setiap harinya harus ditingkatkan. Kemampuan (kualitas) tilawah (membaca) Al Qur’an harus ditingkatkan. Mempelajari dan merenungi makna yang terkandung dari setiap ayat-ayat Al Qur’an yang telah kita baca juga tidak boleh ditinggalkan. Pelajari Islam dengan serius melalui membaca buku-buku Islam dan mengikuti tausiyah-tausiyah yang pasti banyak sekali tersedia selama romadhon. Intinya, kita jangan puas dengan pemahaman keislaman kita yang segitu-segitu saja dari tahun ke tahun. Masak sih, dari dulu membaca Al Qur’an yang terbata-bata itu tetap dipertahankan tanpa upaya untuk menjadi lebih baik. Masak sih, rukun islam hanya sekedar hapalan saja, tanpa ada upaya untuk belajar lebih dalam, apa sih hakekat dan makna rukun islam tersebut? Coba direnungi kembali, kenapa saya harus menjadi seorang muslim? Kenapa saya harus bersusah-susah puasa? Dan tentu masih banyak lagi pertanyaan-2 yang bisa kita jadikan stimulan untuk meningkatkan pemahaman kita tentang agama yang kita ikuti ini. Cari dan mohonlah ditambahkan ilmu dan limpahan hidayah dari Allah Swt, di bulan mulia ini.

(baca lanjutannya di Romadhon sebagai milestone (2))

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Aplikatif dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s