Belajar dari Abu Bakar As Sidiq r.a

  • Aisyah r.a (anaknya) melukiskan bahwa ia berperawakan kurus, putih, sepasang bahu yang kecil, muka lancip dengan mata cekung  dan dahi yang agak menonjol.
  • Ia sudah menjadi pengusaha yang sukses (berdagang pakaian) ketika usianya masih remaja dan tidak menyukai budaya jahiliyah (minum khammar).
  • Ahli genealogi (ahli silsilah), berperangai lembut, tenang dan disukai oleh masyarakat.
  • Sebaya dengan Rasulullah (Abu bakar 2 tahun lebih muda) Sudah berteman dekat dengan Nabi Muhammad shalallahu ’alaihi wasallam, sebelum beliau diangkat menjadi Rasul.
  • Ia begitu percaya dengan kerasulan Muhammad shalallahu ’alaihi wasallam, sehingga ia termasuk orang yang pertama masuk Islam.
  • Ia seorang da’i yang hebat setelah Rasul. Di tahun-tahun awal Islam, saat Islam masih sangat minoritas dan jadi sesuatu yang aneh. Dengan people skill yang hebat dan  ijin Allah,  dakwahnya berhasil mengIslamkan orang-orang quraisy Mekkah. di antaranya adalah Ustman bin Affan, Abdur Rahman bin Auf, Talhah bin Ubaidillah, Sa’d bin Abi Waqqas dan Zubair bin Awwan.
  • Imannya begitu kokoh. Ia tidak terpengaruh sama sekali dengan lingkungan dan tekanan budaya jahiliyah yang luar biasa pada sepuluh tahun pertama Islam di Mekkah. Ketika Rasul bercerita mengenai perjalanan isranya yang hanya semalam itu. Ia lah yang pertama kali berkata, ”saya percaya”. Dan dampak perkataan itu, sungguh luar biasa sekali. Ia terkenal sebagai seorang yang cerdas, berpandangan jernih dan tenang. Begitu Abu Bakar percaya, banyak umat muslim yang tadinya masih ragu-ragu langsung ikut percaya. Subhanallah.
  • Ia ber Islam secara total, dengan harta dan jiwanya. Di awal-awal ketika Islam masih lemah. Kaum muslim menyembunyikan keislamannya (terutama para budak) dan bila ketahuan oleh Tuannya, maka ia dsiksa cukup pedih. Abu Bakar cepat bertindak dengan hartanya untuk membebaskan para budak muslim tersebut. Misalnya Bilal bin Rabah dan Amir bin fuhairah di bebaskan oleh Abu Bakar, setelah diketahui mereka disiksa oleh tuannya.
  • Dia babak belur dipukuli sampai pingsan oleh orang-orang kafir quraisy ketika berdakwah secara terang-terangan. Ketika ia sadar, yang ditanyakan pertama kali adalah ”Bagaimana keadaaan Rasul?”. Begitu cintanya beliau kepada Rasul yang juga sahabatnya.
  • Ia lah yang dipercaya oleh Rasul, untuk menemaninya hijrah ke Madinah. Ia yang dipercaya oleh Rasul untuk menjadi imam sholat fardhu berjamaah, ketika Rasul sakit. Ia pula yang dipercaya Rasul untuk memimpin rombongan jamaah haji setelah fathu Mekkah.
  • Ia menginfaqkan seluruh hartanya, ketika kaum muslimin butuh dana untuk berperang melawan kaum kafir. Bayangkan seluruhnya! Tidak ada sahabat lain yang bertindak seperti itu.
  • Ia lah teman kesayangan (khalil) Rasulullah. Dua hari sebelum kematiannya, Rasulullah mengatakan, ”Aku belum tahu ada orang lebih bermurah hati dalam bersahabat dengan aku seperti dia. Sekiranya ada dari hamba Allah yang akan ku ambil sebagai khalil, maka Abu bakarlah khalilku. Persaudaraan dan persahabatan dalam iman, sampai tiba saatnya Allah mempertemukan kita”. Oh, betapa beruntungnya Abu Bakar r.a.
  • Ia lah yang menenangkan kaum muslimin (termasuk Umar ibn Khathab r.a) ketika tersiar berita wafatnya Rasul. Ia berkata, ”Saudara-saudara!, barang siapa mau menyembah Muhammad, Muhammad telah meninggal. Tetapi barang siapa menyembah Allah, Allah hidup selalu, tak pernah mati.” Setelah itu ia membaca surah ali Imron ayat 144. …Umar langsung tersungkur ke tanah. Semua orang terdiam dan mulai melihat kenyataan ini. Ternyata di dalam kelembutan hatinya, terdapat keyakinan dan keimanan yang luar biasa kokoh.
  • Ini pidato pertamanya, ketika ia di baiat sebagai khalifah pertama. ”Saudara-saudara. Saya sudah terpilih untuk memimpin kamu sekalian, dan saya bukanlah orang yang terbaik di antara kamu sekalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Kebenaran adalah suatu kepercayaan dan dusta adalah pengkhianatan. Orang yang lemah di kalangan kamu adalah kuat di mata saya, sesudah haknya saya berikan kepadanya, Insya Allah. Dan orang yang kuat buat saya adalah lemah sesudah haknya nanti saya ambil, insya Allah. Apabila ada golongan yang meninggalkan perjuangan di jalan Allah, maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada mereka. Apabila kejahatan itu sudah meluas pada suatu golongan, maka Allah akan menyebarkan bencana kepada mereka. Taatilah saya selama saya taat kepada perintah Allah dan RasulNya. Tetapi apabila saya melanggar perintah Allah dan Rasulullah maka gugurlah kesetiaanmu kepada saya. Laksanakanlah shalat, Allah akan merahmati kamu sekalian”. Wah bukankah ini, pidato yang keluar langsung dari hati yang jernih dan iman yang kokoh.  Lihat ada perintah Shalat di dalamnya! Subhanallah. ”Apa pun yang dikerjakan Rasulullah akan ku kerjakan” itulah arah politik khalifah pertama ini.
  • Ia lah yang memerintahkan dilakukan perang terhadap para kabilah-kabilah yang tidak mau membayar zakat dan murtad setelah wafatnya Rasul, walaupun Umar dan sebagian sahabat tidak setuju. ”Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan shalat dan zakat!”. Perang Riddah ini ternyata mempunyai pengaruh yang luar biasa terhadap kredibilitas Islam dan percepatan penyebarannya di jazirah Arab.
  • Ia menjadi khalifah dalam waktu 2 tahun 3 bulan, dengan prestasi yang sangat spektakuler. Eksistensi Islam mencuat cepat. Jazirah Arab dengan Islamnya menjadi satu  eksistensi baru yang kuat dan disegani. Irak dan Syam dapat ditaklukkan dan menerima Islam. Romawi dan Persia sebagai 2 adidaya saat itu mulai khawatir dengan cepatnya peradaban islam berkembang.
  • Dalam sakitnya, Ia terus memikirkan penggantinya untuk memimpin umat Islam. Ketika ia berniat menunjuk Umar bin Khathab r.a. sebagai penggantinya. Ia tetap meminta pendapat dari banyak sahabat. Sampai akhirnya ia berwasiat untuk menunjuk Umar sebagai penggantinya.
  • Dalam sakitnya dia terus membersihkan diri dari harta-harta dunia yang ia takutkan dapat  mengotori kematiannya. Selama menjadi khalifah, ia meninggalkan bisnisnya, dan 100% tenaga dan pikirannya dicurahkan untuk kepentingan umat. Ia digaji dari baitul mal. Sewaktu sakit dia berkata, ”segala yang ada padaku dari baitulmal kembalikanlah. Aku sama sekali tak ingin menggunakan harta ini. Tanah-tanahku berikan untuk kepentingan kaum muslimin sebagai ganti harta mereka yang kugunakan!!!!”
  • Dalam sakitnya ia berkata, ”Kafanilah aku dengan pakaian itu (pakaian bekasnya), orang hidup lebih memerlukan barang baru dari pada orang mati”. Ia menolak, kain kafan yang baru!
  • Dalam detik-detik menjelang ajalnya, Aisyah  r.a. yang mendampinginya. Ini ucapan terakhir beliau ”Rabb…, ambillah nyawaku sebagai orang yang berserah diri (sebagai muslim) dan tempatkanlah aku bersama orang-orang yang saleh” (QS Yusuf:101).
  • Abu bakar r.a wafat pada usia 63 tahun di hari senin 21 Jumadil akhir 13H (22 Agustus 634M). Ia dimandikan oleh istrinya Asma’ bint Umais dan anak lelakinya Abdur Rahman.  Umar bin khathab r.a. yang memimpin sholat jenazahnya. Ia dikebumikan bersebelahan dengan sahabat yang sangat ia cintai, Rasulullah shalallahu ’alaihi wasalam. Ini petikan eulogi dari Ali bin Abi Thalib yang diucapkannya sambil menangis, ”…Engkau seperti dikatakan Rasulullah shalallahu ’alaihi wassallam, lemah dalam jasmani, kuat dalam agama, rendah hati dari dirimu, agung dalam pandangan Allah, mulia di bumi, besar di mata kaum muslimin. Engkau tak terdorong oleh ambisi dan nafsu. Orang yang lemah di matamu adalah kuat, orang yang kuat dalam pandanganmu adalah lemah, sesudah kau ambil hak si kuat dan kau berikan kepada si lemah. Semoga Allah memberikan sebagaian pahalamu kepada kami dan tidak tersesat karena kami jauh dari mu.”

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Sebaiknya anda tahu dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s