Seberapa dekat kita dengan Rosul saw???

Islam adalah agama yang sempurna. Allah tidak hanya menurunkan Al Qur’an sebagai pedoman hidup manusia. Tetapi Dia juga mengutus rasul-Nya untuk memberikan contoh bagaimana cara dan teknis untuk mengaplikasikan Al Qur’an tersebut. Sebagian besar ayat-ayat Al Qur’an turun dalam bentuk yang umum, global dan mutlak. Nabi Muhammad saw ditugaskan untuk merinci keglobalan Al Qur’an ; atau mengkhususkan terhadap hal-hal umum yang ada di Al Qur’an ; atau membatasi bagi kemutlakan yang ditetapkan Al Qur’an. ; atau menetapkan suatu hukum yang relatif baru yang asalnya tetap bersumber dari ayat-ayat Al Qur’an.

Contoh mengenai hal global di Al Qur’an yang dicontohkan oleh Rasul aplikasinya adalah perintah melakukan shalat. Perintah di Al Qur’an jelas, ”Dirikanlah Shalat…..” (QS an Nur:56). Tetapi perintah ini tidak ada penjelasan mengenai waktu-waktu pelaksanaannya, rukun-rukunnya, jumlah rakaatnya.  Sehingga tata cara shalat yang kita lakukan harus mengacu pada apa yang dicontohkan Rasulullah saw. Rasulullah saw bersabda ”Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” . Dan sejatinya semua aspek kehidupan kita sebagai manusia telah dicontohkan oleh Nabi saw.

Nah, bagaimana jadinya kalau kita yang Islam ini, tidak mengenal sosok dan profil Nabinya secara dekat? Mungkinkah kita bisa mencontoh Beliau?

Pengetahuan mengenai Rasulullah saw, sepertinya tidak cukup kalau hanya dengan mendengar cerita singkat sejarah Muhammad saw dari guru-guru agama kita dulu. Mengenal Nabi Muhammad saw, rasanya  juga tidak cukup apabila hanya didapat dari mendengar uraian khutbah dari khotib di sholat jum’at. Padahal, suatu kebenaran  mutlak bahwa kita tidak mungkin bisa menjalankan syariat Islam dengan baik, benar dan diridhoi Allah, tanpa mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw atau para sahabat dekat beliau.

”Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan orang yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa” (QS az zumar:33)

”Dan barang siapa yang menentang rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin. Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukan dia ke dalam neraka jahanam dan itu seburuk-buruknya tempat kembali” (QS an Nisa’:115)

”Barang siapa mentaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah mentaati Allah…” (QS an Nisa:80)

Nah, untuk bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. Otomatis kita harus mengenal Beliau dengan sedekat-dekatnya. Cara termudah untuk mengenal beliau adalah dengan cara belajar dan lakukan (learn and do). Apa yang harus kita pelajari? Said Hawwa menyatakan:

Pelajari sejarah hidup (sirah/biografi) dan hadist-hadist Beliau saw. Lakukan ibadah sesuai dengan yang diajarkan oleh beliau. Tinggalkan segala sesuatu yang dilarang oleh Beliau. Tinggalkan juga tata cara ibadah yang tidak pernah diajarkan atau dilakukan oleh Rasulullah saw.

Nabi Muhammad saw adalah Role Model umat Islam bahkan seluruh umat manusia. Beliau sudah mencontohkan kepada manusia, bagaimana cara dan sikap menjalani hidup di dunia ini. Apapun profesi kita, duplikasikan Rasulullah saw. Beliau pernah berperan sebagai seorang suami, bapak, kakek, pemimpin, negarawan, pengusaha, komandan militer, teman, tetangga, guru, murid, imam, pejuang dan masih banyak lagi peran beliau semasa hidupnya. Dengan Izin Allah,  Beliau saw menjalankan semua peran itu dengan sangat-sangat sempurna. Bukankah itu sebenarnya hikmah dan pelajaran untuk kita? Kalau kita memang dengan sengaja mau untuk belajar dari sejarah hidupnya.

Peradaban boleh terlihat maju. Teknologi boleh terus berkembang. Tetapi manusia tetap membutuhkan seorang figur yang dapat mereka dijadikan role model, panutan. Adakah figur yang bisa dijadikan panutan sepanjang masa selain Rasulullah Muhammad saw?

Bayangkan, apa yang terjadi seandainya anak-anak remaja saat ini menjadikan Muhammad saw sebagai idol mereka?

Apa yang terjadi bila Bapak & Ibu pejabat negara dan anggota Dewan, Republik ini menjadikan Nabi Muhammad saw sebagai panutan mereka?

Apa yang terjadi bila role model seluruh umat Islam di Indonesia adalah Rasulullah saw?

Stop! Cukup berandai-andainya. Kita bisa mewujudkan itu semua. Insya Allah.

Dan mari kita mulai dengan……………………..diri kita sendiri dulu. OK!

Semoga Allah selalu menambah ilmu kita dan memberikan kekuatan kepada kita untuk selalu dapat

berfikir, bertindak dan beribadah sesuai tuntunan yang diajarkan Rasulullah saw….serta

Semoga shalawat dan salam selau tercurah kepada Rasulullah saw, keluarga, sahabat dan umat nya yang berpegang erat pada sunnahnya hingga akhir zaman….Amin.

(referensi buku ”Ar Rasul”, Said Hawwa dan ”Studi Dasar-dasar Pemikiran Islam”, Muhammad Husain Abdullah)

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s