Ber”Islam” dengan Ilmu…(2)

……………….Jadi benar perkataan para ulama shalaf, ”Amal dan ilmu adalah dua tonggak yang saling terkait agar dapat berislam secara benar”………..

Saudaraku, bolehkan saya menghimbau, marilah kita bersama-sama beramal dengan ilmu. Mari sedapat mungkin kita menghindari melakukan ibadah kepada Allah Swt tanpa kita yakin betul mengenai ilmunya. Hindari beribadah hanya sekedar ikut-ikutan saja, atau hanya berdalih ”dari dahulu juga seperti itu!!!”. Islam adalah agama yang terang dan jelas. Selalulah bertanya ketika kita sedang melakukan tata cara ibadah kepada Allah Swt. Apakah yang saya lakukan ini sesuai dengan Firman Allah Swt dalam Al Qur’an? Apakah hal ini pernah dicontohkan oleh Rasulullah Saw? Seandainya ada, apakah hadits yang jadi pegangan merupakan hadits yang kuat derajat kebenarannya?…..seandainya kita tidak tahu….itulah salah satu beban kita sebagai seorang muslim,,,, tidak ada jalan lain…cari ilmunya, belajar dan pelajari. Mumpung kita masih diberi kesempatan hidup oleh Allah Swt.

Alhamdulillah, kita sekarang hidup di jaman, di mana mudah sekali kita mengakses ilmu-ilmu Islam. Buku-buku mengenai tata cara ibadah (sholat, puasa, zakat, adab berdoa, kegiatan sehari-hari sampai dengan berbisnis dll) yang dilengkapi dengan kutipan dalil-dalil yang shahih (terjamin kebenarannya) telah tersedia. Ilmu hadits telah berkembang canggih, sehingga kita bisa tahu mana hadits yang dapat dijadikan pegangan mana yang tidak.  Kitab-kitab yang berisi hadits-hadits Rasulullah Saw dari ahli-ahli hadist seperti Bukhary, Muslim, Tirmidzi dan Ahmad telah tersedia dalam bahasa Indonesia. Al Qur’an berikut terjemahan bahasa Indonesianya telah tersedia, bahkan banyak yang berukuran mini dan digital sehingga mudah untuk dibawa kemanapun kita pergi. Kitab-kitab Tafsir Al Qur’an dari para mufasir (ahli tafsir) yang diakui oleh para ulama seperti Ibnu Katsir, Sayyid Quthb atau tafsir Jalalain sudah diterjemahkan pula dalam bahasa Indonesia. Pengajian yang berisi kajian-kajian tafsir telah banyak dilakukan di masjid-masjid. Pengajian yang fokus pada kajian-kajian hadits-hadits shohih seperti hadits arba’in atau Riyadhus Sholihin karya Imam Nawawi telah banyak dilakukan pula di banyak Masjid. Pengajian yang fokus pada kajian ilmu fiqih juga banyak diadakan. Pengajian yang mengajarkan kita untuk dapat membaca Al Qur’an dengan baik dan benar (tahsin) telah banyak dibuka.. Bagi anda yang belum dapat membaca Al Qur’an, metode membaca al Qur’an yang canggih seperti metode Iqro atau Qiroati telah tersedia. Kelas-kelas untuk belajar bahasa Al Qur’an (bahasa Arab) juga tak kalah maraknya saat ini. Kursus-kursus singkat mengenai studi islam telah mulai menjamur. Kalau mau yang lebih advance lagi, saat ini juga sudah banyak pendidikan tinggi Islam. Nah, bukankah itu berkah dari Allah Swt pada kita untuk menuntut sebagian kecil dari ilmuNya?

Semua kembali ke kita. Pilihan ada di kita. Suatu hal yang pasti adalah bahwa setiap individu bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Karena ujung-ujungnya hanya kepada Allah Swt lah kita semua akan kembali.

”Katakanlah, “kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat” (QS. Saba (34) : 25)

”Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir (QS al Insan (76) : 3)

Semoga Allah Swt, mengampuni dosa-dosa kita, memberi kita kekuatan untuk dapat menuntut ilmunya, menerapkannya dan ikut berdakwah menyebarkan dan meninggikan kalimat Tauhid……….Ya, Robb kabulkan doa-doa kami.

Waallahu ’alam bish showab.

* Hadits ke-5

Dari Ummul Mukminin, Ummu Abdillah, ’Aisyah ra. Berkat, Rasulullah Saw telah bersabda: ”Barang siapa yang mengadakan hal baru dalam urusan (agama) yang tidak ada landasan hukumnya, maka ia tertolak.” (Hadits Riwayat Bukhary dan Muslim)

*Hadits ke-28

Dari Abu Najih Al-Irbadh bin Sariyah ra. Berkata, Rasulullah Saw pernah menasehati kami dengan nasehat perpisahan yang menggetarkan hati dan dapat mencucurkan air mata”. Kami bertanya, ”Wahai Rasulullah, sepertinya ini nasihat perpisahan, karena itu berilah kami wasiat”. Beliau bersabda, ”Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah SWT, mendengarkan perintah dan taat kepadanya walaupun yang memerintah kalian seorang budak. Karena orang yang masih hidup di antara kalian akan menyaksikan banyak perselisihan. Karena itu hendaklah kalian berpegang teguh pada Sunnah ku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk Allah. Gigitlah sunnah-sunnah itu dengan gigi gerahammu dan hindarilah hal-hal baru dalam urusan agama (bid’ah), karena semua bid’ah itu adalah sesat” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi, dia mengatakan hadits ini hasan shahih)

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s