Indahnya Ibadah Haji…anda Mau?

Anda punya kenangan indah? Biasanya setiap orang punya kenangan indah. Kenangan yang meninggalkan kesan mendalam dalam ingatan. Saking indahnya kenangan itu, kadang kita sampai ingat betul detil-detil peristiwa tersebut, bahkan kita sampai ingat betul bagaimana rasa bahagia atau sumringah yang kita rasakan saat itu. Rasanya, ingin sekali peristiwa tersebut diulang.

Setiap tahun, saudara-saudara kita yang terpilih pergi meninggalkan sanak saudara, teman, pekerjaan, harta dan kampung halaman mereka untuk pergi ke tempat yang cukup jauh di jazirah Arab untuk menunaikan kewajiban mereka, Ibadah Haji. Wah, pikiran saya langsung teringat pengalaman indah ketika saya diijinkan oleh Allah Swt untuk menunaikan kewajiban tersebut tahun lalu.

Ibadah Haji adalah ibadah yang sangat istimewa dari sisi persyaratan dan tata cara pelaksanaannya.

”…mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), Maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam” (QS Ali Imron (3) :97).

Redaksional Firman Allah Swt di atas, sangat jelas sekali. Allah tidak butuh haji kita, Allah Maha Kaya. Ibadah haji adalah untuk kebaikan diri kita sendiri. Memang seharusnya ibadah haji berdampak luar biasa bagi kehidupan dan keimanan seorang muslim. Sampai-sampai, di jaman kolonial Belanda dahulu, mereka mengadakan screening khusus untuk menghambat semangat dakwah melawan penjajah para muslim yang baru selesai ibadah haji. Dan untuk memudahkan Belanda dalam mengidentifikasi mereka, maka diberilah gelar Haji bagi seorang muslim yang telah selesai berhaji lulus ”screening” mereka. (sumber. Panduan Haji 2006_Depag). Lucunya itu masih dipakai hingga saat ini.

Ngomong-ngomong soal ”mampu”, biasanya konotasi kita langsung tertuju pada ongkos naik haji (ONH). Dan memang seperti itulah yang biasanya terjadi. Ada orang yang bilang ONH mahal, tetapi ada juga yang bilang murah. Semua tergantung cara kita mensikapinya. Seberapa butuh kita akan ibadah haji? Semakin kita butuh, ONH sebesar 30’an juta mah uang yang sedikit. Toh, ketika kita memandang mobil baru sebagai kebutuhan,,,Mobil baru seharga diatas 100juta terasa ringan tuh! Walaupun itu harus dibeli dengan siksaan membayar cicilan selama beberapa tahun!

Ngomong-ngomong soal ”mampu”, kadang definisinya menjadi kompleks dan amburadul karena adanya bisikan-bisikan populer yang digembar-gemborkan oleh musuh abadi kita, ”setan”. Misalkan saja, ONH yang puluhan juta itu tidak masalah bagi kita. Eh….ada bisikan-bisikan lain yang mengganggu dan kadang kita meng ”iya” kan!!!, misalnya:
 Saya belum merasa terpanggil neh!!!
 Saya belum siap, wong ibadah yang lain saja masih bolong-bolong!!!
 Saya belum sanggup memegang gelar Haji, setelah selesai ibadah haji nanti!!!!
 Anak-anak kami masih kecil, siapa yang jaga nanti!!!
 Anak-anak kami masih remaja, sehingga mereka sedang butuh perhatian ekstra, kalau ditinggal siapa yang memonitor mereka!!!
 Wah, pekerjaan saya belum bisa ditinggal lama-lama!!!
 Dosa saya banyak, takut akan ”balasannya” nanti waktu di Mekkah !!!!
 Kondisi badan saya tidak fit neh untuk ibadah haji, saya gampang masuk angin!!!
 Entar ajah deh, masih ada musim haji berikutnya????
 ……………dan berpuluh-puluh alasan lainnya

Coba deh kita telaah, alasan-alasan di atas!!! Bukankah itu benar-benar alasan yang dibuat-buat melalui hembusan rasa was-was yang ditiupkan oleh setan!!! Alangkah ruginya kita, bila secara materi mampu (artinya ibadah haji sudah wajib hukumnya bagi kita), Eeh, keburu meninggal dunia dan tidak sempat merasakan nikmatnya menjadi Tamu Allah SWT hanya karena ”berbagai alasan konyol” dari bisikan setan seperti di atas. Ya Allah Swt, lindungi kami dari bisikan setan….

Seandainya ”Anda yang belum berhaji” Tahu Nikmatnya menjadi Tamu Allah Swt.

Ibadah haji adalah unik dari sisi pelaksanaannya. Ia adalah ibadah yang berbeda dengan rukun islam lainnya. Sebenarnnya sulit menggambarkan nikmatnya ibadah haji, tetapi lihat indikatornya. Seorang Muslim yang pernah melaksanakan ibadah haji, rasa rindu untuk kembali melakukannya begitu menggebu. Keinginan untuk kembali merasakan ”kenikmatan” yang luar biasa itu begitu menggebu, apalagi pada saat musim haji tiba. Karena ternyata, diantara kesusahan, kedinginan, pengorbanan, kepasrahan, terhimpit karena berdesak-desakan, segudang kesabaran, kelelahan dan cucuran air mata, terdapat kenikmatan yang menjadikan ia sebagai kenangan terindah dalam diri seorang muslim yang telah menunaikan ibadah haji.

Anda pernah merasa ”PLONG”,,,,dada terasa luas, pikiran jernih, badan enteng, nah itulah salah satu kenikmatan itu. Bayangkan, puncak ibadah haji adalah wukuf di Padang Arafah yang waktunya sangat terbatas. Semenjak tengah hari sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 9 Zulhijah. Pada saat itu kita merasa dekaaaaat sekali dengan Allah Swt Sang Penguasa Alam Semesta. Kita menumpahkan semua unek-unek yang mengganjal, mengajukan berbagai permohonan, harapan, penyesalan, Memohon dan mengemis ampunanNya atas segala macam dosa-dosa yang pernah kita perbuat. Kita bersujud dengan serendah-rendahnya karena kita memang hanya hambanya dan tidak punya kemampuan apa-apa tanpa kasih sayangNya. Kita menyadari bahwa ternyata kita ini tidak lebih hanya satu partikel yang sangat kecil dibanding ciptaanNya. Kita memujinya dengan segala keikhlasan dan ketulusan atas segala nikmat yang diberikan,… memohon dan terus memohon…. memuji dan terus memujiNya…..waktu terasa cepat sekali jalannya saat itu…………Subhanallah, Wah momen itu sangat nuikmaaaat sekali,,,rugi (serugi-ruginya) kalau anda belum pernah terlibat didalamnya.

Dan sejatinya,,,banyak sekali momen-momen indah yang sangat sulit untuk dilupakan, dari semua prosesi manasik haji….perlu berlembar-lembar kertas kalau dituliskan….dan yang tak kalah penting adalah manfaat dari ibadah haji itu sendiri. Manfaat untuk terus istiqomah beribadah kepada Allah di dunia dan manfaat yang diterima di akhirat kelak. Bukankah balasan bagi haji yang mambrur adalah Surga…Tidak inginkah kita masuk Surga?…lekas kejarlah, karena salah satu cara menuju surga dapat diperoleh dari pelaksanaan ibadah haji.
Ya Allah, ijinkanlah kami untuk segera menunaikan ibadah haji dan menjadi Tamu Mu….amin.

”dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan……” (QS Al Hajj (22) :27-28)

Waallahu ’alam bish showab.

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Aplikatif dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Indahnya Ibadah Haji…anda Mau?

  1. Yati berkata:

    Artikel yg sangat menarik….mengguggah tuk bisa ke baitullah.Untuk yang ingin segera menunaikan ibadah umroh & haji menjadi tamu Allah,tetapi terhalang oleh tiadanya dana atau biaya…kami punya solusinya yang mudah & InsyaAllah HALAL.KLIK http://www.facebook.com/Solusi.Gratis.Haji.Umrah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s