Seberapa Jauh Kita Mengenal Allah Swt (2)

……Dia lah Zat yang Maha Suci dari segala rekayasa dan bentuk khayalan manusia.

Jadi kembali, mari kita kenal Allah melalui tanda-tanda yang ada di bumi dan langit. Allah berfirman:

”Dan  di bumi itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang yakin dan juga pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?” (adz Dzaariyaat:20-21)

”Dan, diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulit mu. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui”(QS ar Ruum:22)

Bukankah sudah jelas dari dua sampel ayat-ayat Al Qur’an di atas.

Bagaimana bahasa diantara manusia bisa berbeda-beda? Itu saja sudah merupakan pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Apakah bahasa timbul dan tumbuh dengan sendirinya?  Atau setiap daerah ada seorang yang ahli pengarang bahasa untuk daerahnya? Atau…bahasa memang sudah dimasukan satu paket dalam pengetahuan bahasa dalam diri manusia oleh Allah?.

Hanya Allah Yang Maha Tahu.

Mari kita hitung-hitung. Satu propinsi di pulau Jawa saja, bisa terdapat lebih dari 5 bahasa dan dialek yang tidak bisa dibilang sama. Misalnya, Bahasa Sunda. Bahasa Sunda di Bandung tidak bisa dibilang sama persis dengan bahasa Sunda di Bogor atau daerah Banten. Belum lagi Cirebon yang punya bahasa sendiri (bahasa sunda bukan tetapi bahasa jawa juga bukan), padahal letak geografis Cirebon hanya terpisah beberapa kilometer dari kuningan yang berbahasa Sunda. Apalagi kalau kita bicara dengan ruang lingkup yang lebih luas, satu negara misalnya. Berapa banyak ragam bahasa dan dialek di Indonesia? Belum lagi di benua Asia? Apalagi kalau bicara dengan ruang lingkup dunia?. Berapa banyak ragam bahasa dan dialek di seluruh muka bumi ini? Bukankah itu benar-benar tanda kekuasaan Allah, kalau kita mau memikirkannya. Itu baru bahasa!. Warna kulit manusia yang berbeda-beda, bukankah itu juga tanda-tanda yang jelas. Bahwa ada ”Zat” yang mengatur semuanya itu, kalau kita mau menggunakan potensi akal dan memang mau memikirkan hal tersebut. Semua jelas dan terang kalau kita mau menggunakan potensi akal kita. Sampai-sampai kalau kita perhatikan banyak sekali redaksional Firman Allah dalam Al Qur’an yang menggugah manusia untuk mengoptimalkan akalnya.

”Bagi orang-orang yang mengetahui”,

”Bagi kaum yang berfikir”,

”Bagi kaum yang mengetahui” dan

”Orang-orang yang berakal”.

Sehingga, sayang sekali kalau peringatan itu tidak benar-benar kita tindaklanjuti.

Sekarang mari kita melihat lagi, apa tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada dalam diri kita. Pernahkah kita memikirkan hal-hal semisal di bawah ini?

  • Makanan yang masuk ke mulut kita, dikunyah oleh gigi dan secara otomatis kelenjar ludah mengeluarkan enzim ptialin yang menguraikan karbohidrat. Apakah kita mampu mengontrol enzim ptialin tersebut?
  • Ketika makanan tadi menuju lambung, ia akan dicampur dengan enzim pepsin, renin dan HCL. Dan lambung kita dengan pintar mencerna protein dan lemak selama kurang lebih 3-5 jam! Apakah kepintaran lambung kita mencerna, adalah karena perintah dari akal kita secara sadar?
  • Atau, apakah kita pernah mengajari organ hati kita untuk melakukan detoksifikasi (memusnahkan racun), menyimpan glikogen dan vitamin A serta membuat enzim-enzim tertentu seperti kolesterol, cairan empedu dll?
  • Atau, apakah kita yang memerintahkan dan terus memantau kerja paru-paru untuk terus menghisap udara 24 jam sehari, 7 hari perminggu dan 12 bulan setahun,,,terus menerus?

Bisakah kita memungkiri adanya Zat yang mengatur organ tubuh kita? Tidak mungkin tubuh kita bekerja sedemikian pintar dengan sendirinya! Bahkan kalau dipikir-pikir, organ-organ itu lebih pintar dari kita? bukankah kita juga organ tubuh! Oh..betapa terbatasnya ilmu kita.

Belum lagi, kalau bicara tanda-tanda kekuasaan Allah di luar tubuh kita. Bagaimana dengan makhluk hidup lain? Misalnya Domba & Rusa, keduanya memakan makanan yang sama, yaitu rumput. Tetapi output nya berbeda-beda. Domba bisa menghasilkan bulu yang lebat tetapi rusa menghasilkan tanduk yang indah dan keras.

Atau ambillah makhluk kecil yang bernama nyamuk, sipenghisap darah. Bukankah ia suatu mahkluk ciptaan Allah yang luar biasa. Kecil, rapuh, tetapi bisa terbang dengan lincah, bisa menghisap darah bisa membuat manusia yang besarnya ratusan kali dari tubuhnya menjadi tidak berdaya. Dari mana asal-muasalnya nyamuk? Pasti ada Pencipta dan ada yang Mengatur nyamuk-nyamuk itu? Jawabannya bahwa Zat pencipta itu pasti bukan manusia. Dan sejatinya, ternyata nyamuk hanya 1 dari milyaran jenis makhluk hidup yang ada di bumi dan langit ini.

”Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu….” (QS al Baqarah:26)

Coba kalau checklist di atas kita kembangkan ke makhluk hidup lainnya: capung, gajah, buaya, burung elang, cacing, ikan paus, amuba, lintah, benalu, pohon pisang dll ….Allahu akbar…..hanya orang yang dungu, bodoh dan stupid saja yang tidak melihat tanda-tanda kekuasaan Allah yang sedemikian jelas,,, sejelas-jelasnya.

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi* Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar”. (QS Al Baqarah:255)

*Kursi dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya.

Tanda-tanda lain atau sarana lain untuk mengenal Allah adalah melalui Firman-FirmanNya. Di mana Firman Allah berada? ……ya betul…Al Qur’an.

Al Qur’an adalah juga merupakan sarana untuk mengenal Allah. Berbahagialah orang yang sering dan intensif berinteraksi dengan Al Qur’an. Karena berarti ia sedang dan terus dalam proses mengenal Tuhannya dan terus menyakinkan dirinya bahwa Allahlah  Ilah Yang Maha Esa yang harus ia sembah selama hayat masih dikandung badan.

”(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran”. (QS Ibrahim:52)

Semakin dalam kita berinteraksi dan memahami Al Qur’an. Firman-firmanNya akan mengisi memori otak kita. Semakin kita kenal dengan Firman-firmanNya dalam Al Qur’an, maka semakin kenal dan dekat pula kita dengan Allah. Bukankah, hal ini juga terjadi ketika kita berhubungan dengan sesama manusia? Semakin kita akrab dengan seseorang. Semakin sering kita berkomunikasi dan semakin sering pula kata-kata orang tersebut yang terngiang-ngiang di pikiran kita. Sebenarnya, ya hanya sesimpel itu analoginya. Insya Allah….

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s