Sebesar apakah kita?


Gambar 1.

Pernahkah kita merenung, makna kalimat Allahu Akbar yang sering kita ucapkan di setiap sholat?
Apa yang terbayang oleh anda? Sebesar apa Allah yang kita sembah? dan sebesar apa kita?
Kita (saya dan anda) ternyata hanya satu dari kurang lebih 5 milyar manusia yang hidup di bumi ini. Planet bumi ini luas sekali menurut ukuran manusia. Silahkan anda berdiri sendiri di pinggir pantai, pandanglah ujung garis laut, kita akan dapat merasakan sensasi luasnya bumi ini. Belum lagi, saat kita memandang melalui jendela pesawat yang sedang mengudara. Wow! betapa luasnya bumi ini. Gedung-gedung tampak kecil sekali dan sosok manusia sudah tidak terlihat lagi di ketinggian seperti itu. Sejatinya, setiap manusia pasti menyadari bahwa ia bukanlah satu-satunya makhluk yang tinggal di bumi ini. Ada milyaran makhluk hidup lainnya yang berbarengan hidup dengan manusia. Sebut saja hewan ternak, serangga, binatang melata, berbagai jenis unggas, jutaan jenis ikan, jutaan jenis tumbuhan dan makhluk mikro sejenis plankton atau amuba. Wah, mungkin kita hanya 1 dari triliyunan makhluk hidup yang ada di bumi ini. Belum lagi kalau dibandingkan dengan benda mati yang ada di bumi. Debu, pasir, batu, kayu, besi dan milyaran jenis benda mati lainnya. Nah! Manusia mungkin hanya 1 dari bilyunan benda yang ada di bumi! Hebatnya, semuanya berjalan dan tertata dengan apik dan sempurna. Bukankah itu hanya dapat dilakukan oleh Zat yang Luar Biasa Besar nya? Otak manusia tidak akan mampu memikirkan bagaimana semua itu bisa berjalan dengan seimbang dan sangat sempurna. Allahu Akbar!
Ilmu pengetahuan memberikan informasi bahwa planet bumi yang kita tempati ini ternyata hanya 1 dari 9 planet dalam jaringan tata surya. Kesembilan planet tersebut adalah: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan Pluto. Gambar 1 di atas menunjukkan bahwa Bumi tempat tinggal kita adalah planet terbesar dibandingkan dengan Venus, Mars, Merkurius dan Pluto.


Gambar 2.

Tetapi, dibandingkan dengan empat planet lainnya, ternyata bumi yang sepertinya besar ini menjadi kecil sekali. Perhatikan Gambar 2. Besarnya Bumi dibandingkan dengan Jupiter, persis seperti bola Volley dan bola kasti. Bisa dibayangkan sebesar apa Jupiter itu? Dan sebesar apa pula yang menciptakan Jupiter?


Gambar 3.
Kesembilan planet yang disebutkan di atas, secara kompak berputar mengelilingi Matahari dan ia menjadi pusat dari pergerakan ke 9 planet tersebut. Besarnya matahari menjadikan kesembilan planet terikat dengan gaya gravitasinya. Lihat seberapa besar bumi kita yang sudah kita anggap besar itu (yang diberi tanda panah merah)? Dengan apa kita harus menganalogikan perbandingan ini? Bola yang biasa dipakai untuk alat bantu senam aerobik dengan sebutir pasir! Yah, mungkin itu analogi yang agak tepat. So, mau bilang apa lagi kalau kenyataannya seperti ini. Sangat tidak sopan kalau manusia merasa besar dan sombong. Kenyataannya kita ternyata hanya makhluk hidup kecil yang merupakan 1 dari ber bilyun-bilyun makhluk yang ada di bumi. Ternyata, besarnya bumi ini hanya laksana sebutir pasir bila dibandingkan dengan matahari. Lha, kita sebesar apa jadinya?

Ilmu pengetahuan telah membuktikan, tata surya kita (matahari dan 9 planet tadi), ternyata bukan satu-satunya sistem tata surya di alam semesta ini! Ada milyaran bahkan triliyunan tata surya. Matahari yang besar tadi (200 kali diameter bumi), ternyata sangat kecil dibandingkan dengan benda langit lainnya yang ada di jagat raya ini. Bintang Mu-cepe yang ditemukan oleh ilmuwan astronomi, besarnya 1500 kali matahari!. Berarti 300.000 kali besarnya bumi. Nah! Dibandingkan kita manusia! Sebesar apa manusia? Lebih sangat-sangat-sangat tidak sopan sekali kalau kita merasa besar!



Gambar.4 (matahari kita ternyata kecil sekali di banding planet lain di luar sistem tata surya yang kita ketahui)

Setiap 100 milyar bintang membentuk gugusan galaksi. Kita berada di galaksi Bimasakti. Ternyata ada milyaran galaksi di jagat raya ini. Para ilmuwan menyatakan bahwa setiap 100 milyar galaksi membentuk gugusan galaksi yang disebut super cluster. Dan sampai saat ini, ilmu pengetahuan manusia belum mengetahui batas dari jagad semesta ini! Subhanallah.

Jadi, mari kita rekonstruksi kembali. Bumi tempat kita tinggal bersama milyaran manusia lainnya ini, ternyata laksana sebutir atom di hamparan jagad semesta raya ini. Di atas bumi yang ternyata sangat kecil ini, kadang kita lupa bahwa kita adalah makhluk yang sangat keciiiiiiiiiil sekali dibanding jagad raya. Kadang kita sombong dan sok menjadi besar. Kadang kita lupa kebesaran Allah. Padahal, tanpa kasih sayang dan rahmat dari Allah yang Maha besar dan Perkasa, pasti kita tidak berdaya.
Pastaskah kita merasa besar? Apa sih yang bisa kita pastikan? Tidak ada. Apa sih yang bisa kita sombongkan? Mengontrol mata kita sendiri untuk terus melotot saja kita tidak bisa!
Allahu Akbar, ampunkan kami karena lalai mencermati kebesaran Mu. Padahal kalimat itu selalu kami ucapkan setiap sholat. Ampunkan kami ya Allah, kadang kalimat Allahu Akbar hanya keluar secara otomatis dari lisan tanpa hujaman yang berarti di jiwa kami. Sehingga kami lalai dan sholat kami menjadi kering dan tidak menambah ketundukkan kami akan kebesaran Mu

Rasulullah sholallahu ’alaihi wasalam, sangat menyelami sekali apa itu kebesaran Allah Subhanahu wata’ala, sehingga beliau menangis semalaman ketika menerima wahyu di bawah ini.
”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. (QS Ali Imron (3) : 190-191)
Selamat menangis.
Wuallahu a’lam bishawab

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif, Sebaiknya anda tahu dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s