Pasukan Abal-abal*

Adalah menjadi suatu kenyataan yang tidak bisa dibantah, orang yang berkualitas jauh lebih bermanfaat dari pada jumlah yang banyak tetapi tidak bermutu. Pasukan abal-abal hanyalah suatu istilah untuk nama sejumlah atau sekelompok manusia yang tidak tentu arah tujuannya, karena memang tidak berkualitas. Dia adalah massa yang mengambang yang hanya dijadikan sebagai obyek oleh orang yang akan memanfaatkannya. Memang mereka sangat senang dengan hura-hura atau yang bersifat show dan demonstrative, tetapi mereka tidak mengerti makna dan hakekat perjuangan itu sendiri.

Pasukan Abal-abal itu tidak ada keinginan untuk meningkatkan kualitas, baik ilmunya, imannya dan amalnya. Dia sudah cukup dengan apa yang mereka miliki, kendati intelektual mereka itu rendah dan akidahnyapun kosong.

Ciri-ciri pasukan Abal-abal ialah:
1. Bangga dengan banyakknya jumlah, walaupun tidak bermutu (QS. 9:25)
2. Hanya ikut-ikutan akan tetapi sudah merasa beriman (QS 49:14)
3. Memang jumlahnya banyak tetapi tidak pernah diperhitungkan (QS 13:17)
4. Hidupnya tiada mempunyai arah dan tujuan karena tidak ada pegangan hidup (QS 14:26-27)
5. Asal perutnya telah terpenuhi, maka nilai idealismenya luntur (QS 2:249)
6. Mengikuti pimpinan tanpa reserve, walaupun pemimpinnya itu salah (QS 33:66-68)
7. Taqlid buta kepada nenek moyang walaupun mereka tidak benar dan tidak mendapat petunjuk (QS 2:170) (QS 5:104) (QS 7:28) (QS 31:21)
8. Fanatisme kepada golongan walaupun golongannya tidak melaksanakan aturan-aturan Allah dan Rasulnya secara total (QS 23:53-54) (QS 30:31-32)
9. Ukuran kebenaran adalah masyarakat banyak melaksanakan, padahal kebenaran itu dari Allah (QS 5:100)
10. Apabila berdebat/diskusi tidak rasional dan tidak memakai dalil, yang dicari adalah kemenangan bukan kebenaran. Kadang-kadang ngotot walaupun salah. (QS 40:56) (QS 40:35) (QS 22:8) (QS 42:16)
11. Tidak mau berjiwa besar, tidak mau mengakui kerendahan dirinya dan tidak mengamalkannya (QS 39:18)
12. Segala sesuatu selalu dianggap salah apabila bertentangan dengan tradisi nenek moyang dan mendustakan lebih dahulu sebelum menyelidikinya atau tahu permasalahannya (QS 10:39)
13. Merasa dirinya benar dan mendapat petunjuk dan sulit diajak menggunakan kekuatan logika, karena memang mantiknya sudah mentok (QS 43:22-24)
14. Dalam beragama tidak mau serius dan mereka tahu Islam hanya sekedar kulit-kulitnya saja, apabila diajak serius secara kaffah (totalitas) dia selalu membantah (QS 2 :208-209)
15. Cerita-cerita israeliyat, tahayul, klenik masih mendominir dirinya dan keyakinannya terhadap hal-hal kurafat sangat kental sekali (QS 2:78) (QS 9:31) (QS 2:165)
Itulah tanda-tanda pasukan Abal-abal dan mudah-mudahan dalam diri kita tidak ada keinginan sedikitpun untuk jadi bagian dalam pasukan Abal-abal.

* Pasukan Bodrek saya ganti dengan Pasukan Abal-abal. Tulisan ini mengutip dari Buku, “Menjebol Kejumudan Kaum Muslimin”, Drs. Mahyudin HS (Alm).

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s