Kenikmatan dunia itu, benar-benar sementara!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita sering sekali mendengar atau membaca peringatan yang kurang lebih berbunyi, bahwa kenikmatan dunia itu hanya sementara!…pernahkah mengkaji kebenaran peringatan itu untuk keseharian kita?

Kenikmatan sementara kan berarti rasa nikmat itu hanya sebentar saja, setelah itu, kenikmatannya hilang! berganti dengan hal lain yang bukan kenikmatan. Bisa prihatin, sedih, kerja keras, kecemasan dll.

Sahabat saya pernah membuat analogi yang Insya Allah tepat, betapa relatifnya kenikmatan dan kebahagiaan di dunia itu.

Ketika ada seorang ibu dari keluarga muda melahirkan anak pertamanya, perhatikan betapa senangnya ayah dan ibu muda itu. Begitu juga dengan keluarganya, terasa indah sekali dunia ini dengan kelahiran sang buah hati….setelah itu! kenikmatan itu mulai hilang dan berganti dengan kerja keras untuk merawat sang buah hati. Begadang bergantian untuk menjaga anak…membeli susu yang mahal dan seterusnya.

Ketika sudah masuk usia sekolah,…betapa bahagianya orang tua melihat sang anak dapat masuk TK pilhan,…setelah itu, mulai direpotkan dengan tetek bengek harian sang anak,…setelah itu, mulai disibukkan untuk mencari SD favorit. Kesenangan mendapat SD favorit akan berakhir dengan kecemasan, ketika sang anak sudah harus ikut Ujian Nasional dan mencari SMP favorit. Kesenangan lulus SD, segera terhapus dengan kecemasan mencari SMP favorit. Begitu juga dengan suka cita lulus SMP, segera berakhir dengan kecemasan mencari SMA favorit dan siap-siap menghadapi UAN. Kenikmatan dan kegembiran lulus SMA, segera berganti dengan kecemasan mencari Perguruan Tinggi yang Bagus!…kegembiraan diterima di PT favoritpun segera berganti dengan tantangan menyelesaikan kuliah yang semakin berat!…kegembiraan Lulus kuliah,…segera berganti dengan kecemasan mencari “kerja” atau pendapatan!…karena buat apa lulus kuliah, tapi terus menjadi pengangguran! Suka cita mendapat penghasilan, segera berganti dengan kecemasan memulai penghidupan yang mandiri!

Suka cita berikutnya adalah pesta perkawinan!…semua orang mengucapkan selamat berbahagia dan menempuh hidup baru. Setelah pesta usai, kebahagiaan itu segera berganti, bagaimana menghadapi tantangan kehidupan berikut nya?…dan seterusnya! siklus terus berputar,..bahagia punya anak pertama dan menghadapi tantangan membesarkannya dan berputarlah kembil siklus kenikmatan sementara itu!

Itulah, kehidupan di dunia ini….semua kenikmatan ternyata hanya sebentar saja.
Nikmatnya makanan yang paling enakpun hanya sebatas mulut dan beberapa centi tenggorokan kita.
Nikmatnya bercanda dengan teman dan keluargapun hanya sebatas ketika berkumpul.
Nikmatnya mendengar, melihat atau merasakan sesuatu,…ya hanya sebatas ketika aktivitas itu dilakukan.
Bahkan kadang kejadian bisa ekstrim sekali,…kita merasa bahagia dan senang, satu detik berikutnya kita sedih, cemas dan menangis….!

Jadi benar sekali dan mari kita ikuti, cara Rosulullah Saw menjalani hidup di dunia ini.

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: “Rosululloh shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir”. Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati” (HR. Bukhori)

Semoga Allah Swt, selalu memberikan hidayah, iman, kesabaran dan kemampuan kepada kita untuk hidup di dunia ini dalam “koridor dan cahaya Islam”…amin!

Allahu a’lam bishowab

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s