Ulas Zakat lagi yuuk!

Asslamulaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Membicarakan zakat, biasanya ramai kalau sudah menjelang hari raya idul fitri…karena memang ada 1 jenis zakat (zakat fitrah) yang harus dibayarkan oleh hampir semua umat islam di waktu itu. Nah, zakat-zakat lain, bagaimana?…walaupun zakat maal kadang juga ikut terangkat kepermukaan ketika menjelang idul fitri,…tapi, kan sejatinya ada zakat-zakat lain. Oleh para ahli fiqih, jenis zakat saat inikan sudah “diperbaharui” sedemikian rupa, di sesuaikan dengan jenis usaha atau pekerjaan (tentunya dengan tetap mengacu “pondasi” aturan zakat yang telah ditetapkan dalam Al Qur’an dan Sunnah Rosulullah Saw)…inilah fleksibelnya aturan Islam dalam hal sesuatu yang bukan tata cara ibadah langung kepada Allah Swt. Ia bisa berkembang sesuai dengan “kondisi masyarakat dan pengetahuan”. Contoh lain yang populer adalah aturan merokok! dulu oleh para ulama dikategorikan “makruh”, karena saat itu yang diketahui tentang keburukan rokok adalah hanya asap dan bau nya yang mengganggu orang lain. Ketika merokok sudah terbukti secara “medis” dapat merugikan kesehatan manusia (diri si perokok dan orang lain) dan hanya pemborosan belaka,..maka jumhur (mayoritas) ulama fiqih sepakat mengharamkan merokok! Masalah, masih banyak perokok yang memegang dalil zaman dulu (bahwa itu adalah makruh), ya monggo saja! resiko tanggung sendiri! toh tugas Ulama sebagai penerus NAbi sebagai pemberi peringatan sudah dijalankan!…lho kok jadi bahas rokok!

Kembali ke Zakat!….coba deh kita perhatikan “persepsi masyarakat pada umumnya” terkait dengan zakat! Kalau pendapat saya, kok sepertinya umat Islam kita lebih memandang zakat saat ini, seperti “sodaqoh atau infaq atau iuran sukarela” yang diberikan oleh “orang mampu” kepada orang “dhuafa”!…bagaimana menurut anda? betul kah hipotesis saya? Padahal kalau kita cermati perintah zakat dalam Al Qur’an Surah At Taubah (9) ayat 60 & 103..Sifat Zakat itu bukan seperti itu. Zakat bukan sukarela, Tidak ada hubungannya Pembayar zakat dengan kedermawanan seseorang!

ZAKAT ITU WAJIB (bagi yang sudah masuk kategorinya), bukan sukarela.

ZAKAT ITU HAK ORANG LAIN YANG DITITIPKAN KE KITA, bukan sodaqoh atau infaq atau sumbangan!

ZAKAT ITU DITARIK bukan DISERAHKAN! Hati-2lah menghitung kewajiban zakat, bila perlu ajak Badan Amil untuk menghitung berapa yang harus kita bayarkan zakatnya!

KEWAJIBAN MEMBAYAR ZAKAT ITU, SETARA DENGAN KEWAJIBAN SHOLAT FARDHU (banyak sekali ayat-ayat Al Qur’an yang menyandingkan “dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat”, misalnya, silahkan lihat Alqur’an surah 73:20, 27:3 atau 58:13)

ZAKAT Pembeda Seseorang Muslim atau Kafir! (lihat sejarah, khalifah Abu Bakar As syidiq, ketika memerangi para pembangkang pembayar zakar.,..atau lihat Al Qur’an surah 41:7) dan tidak ada orang Kafir yang membayar zakat kan!!!

Masalah penyalurannyapun sudah ada aturannya (At Taubah: 60). Subhanallah, ini lah bukti kebenaran Al Islam,…agama mana yang mengatur sampai detil seperti ini? Mengapa hanya diperuntukan untuk 8 katergori orang…ini kajian yang menarik lagi! Allah Maha Tahu dan Rajanya Manusia serta Penguasa Tunggal semesta ini tentu telah menetapkan yang terbaik!

Ulasan mengenai teknik menyalurkan zakat, pernah saya tulis pada tulisan sebelumnya (Zakat apa itu?)! karena memang sayang dan tidak terlalu bernilai tambah, kalau pemberdayaan harta hasil zakat (di luar zakat fitrah) hanya dibagikan merata kepada “setiap orang yang berhaq” (misalnya: semua di kasih sarung, baju koko, beras sekian kilo, sembaqo, uang rp.50rb dan alain-lain) dan pemberian itu, paling-paling hanya untuk konsumtif dan habis dalam hitungan hari saja!…itu sebabnya kita patut menyambut positif adanya badan-badan amil zakat yang berskala nasional! karena ketika zaman Sahabat, harta zakat dikelola oleh negara, sehingga pemanfaatannya bisa optimum sesuai kebutuhan umat dan untuk memberdayakan umat agar mampu membayar zakat (artinya: ekonomi mereka semakin mambaik dan tingkat kemiskinan dapat berkurang sampai level paling minimal).

Semoga bermanfaat!

Allahua’lam bishowab

Wassalamualaikum waramatulallhi wabarakatuh.

Budi

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif, Sebaiknya anda tahu dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s