Belajar dari Umar bin Khattab

Pelajaran 1

Abdullah bin Umar ra berkata, “Pada suatu hari ayah ku keluar meninjau kebun kurmanya, ketika tiba di dalam kota Madhinah, beliau melihat orang-orang sudah selesai shalat Ashar. Melihat para sahabatnya telah selesai shalat berjamaah Ashar, beliau sangat menyesal dan berkata, “Innaa lillahi wa innaa ilaihi roji’un,…aku terlambat sholat ashar berjamaah lantaran kebun kurma itu, Ya Allah, saksikanlah, kebun kurma itu aku sedekahkan kepada para fakir miskin sebagai kifarat atas kealpaan yang telah kulakukan…”

Pelajaran 2.
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Assidiq ra, Umar bin khattab yang memegang jabatan sebagai Qadhi (hakim) berbicara kepada Abu Bakar, ” Ya, Amirul Mukminin Abu Bakar, Selama aku menjadi Qadhi, ternyata hanya sedikit sekali orang yang mengajukan masalah di peradilan, untuk itu, aku mohon dibebaskan dari tugas ini”. Abu Bakar terkejut mendengar permohonan pengunduruan diri ini, “apakah karena terlalu berat tugas itu?”. Ummar menjawab, “Tidak, aku sudah tidak diperlukan lagi menjadi Qadhi ya Khalifatu Rasulullah. Masyarakat sudah tahu hak masing-masing sehingga tidak ada yang menuntut lebih dari haknya. Mereka juga tahu kewajibannya masing masing, sehingga tidak seorangpun yang menguranginya. Mereka satu sama lain saling mencintai seperti mereka mencintai diri sendiri. kalau ada yang tidak hadir mereka mencarinya, kalau ada yang sakit mereka menjenguknya, kalau ada yang tidak mampu mereka membantunya, kalau ada yang perlu pertolongan, mereka cepat menolongnya, kalau ada yang terkena musibah mereka menyampaikan duka ciata. Agama bagi mereka adalah nasehat. Akhlak mereka adalah amar ma’ruf nahi mungkar, karena itu tidak ada pertengkaran diantara mereka!”

Pelajaran ke-3
Pada suatu hari Umar bin Khattab meninjau penggembalaan unta dan dia melihat ada satu unta yang gemuk dibanding unta-unta lainnya. Beliau bertanya, “unta gemuk itu mililk siapa?” Salah seorang penjaga unta menjawab, “itu milik Abdullah, putra mu”. Umar segera memerintahkan Abdullah agar segera datang. Setelah ia datang, umar bertanya, “berapa unta ini kau beli?” Abdullah menjawab, “sekian”. Umar langsung menimpali, “Kau hanya berhak atas uang modal beli unta itu, kelebihannya harus diserahkan ke baitulmal!”. Abdullah tampak keberatan dan bertanya, “Mengapa begitu, ayah?”. Umar menjawab, “Orang-orang itu tadi mengatakan, ini untanya putera Amirul Mukminin, maka biarkan ia makan dan minum sepuasnya, jangan ada yang boleh mengganggunya. Itulah sebabnya kau hanya berhak atas harga modal pembelianmu saja”. Abdullah mengangguk setuju setelah tahu alasan ayahnya memutuskan perkara untanya.

Pelajaran ke-4
Pada suatu hari Umar bin khattab mengadukan Ali bin Abi Thalib Ra. kepada Rasulullah Saw, ” Ya Rosulullah, Ali tidak pernah memulai mengucapkan salam kepada ku”. Mendengar pengaduan itu, maka Rasulullah Saw segera memanggil Ali dan menanyakan perihal keluhan Umar bin khattab. Ali pun menjawab, ” Ya Rasulullah, hal itu kulakukan karena aku mendengar engkau berkata, “Siapa yang mendahului saudaranya mengucapkan salam, maka Allah akan mendirikan baginya istana di Surga”. Karena itulah Ya Rasulullah, aku ingin Umar yang mendahului mengucapkan salam supaya ia bisa mendapat istana di Surga kelak”.

Pelajaran ke-5
Pada suatu hari Ali bin Abi Thalib datang ke rumah Umar bin Khattab, saat itu beliau sedang menulis gaji para pegawai negeri dan diterangi oleh lampu yang berada di atas meja. Setelah Ali berada di dalam ruangan, Umar Ra berkata, “Ali Saudara ku, ada kepentingan apakah kamu datang, apakah kepentingan pribadi atau kepentingan bagi kaum muslimin?” Ali Ra, tampak kaget, “Ya Ammirul Mukminim, mengapa engkau bertanya seperti itu?” Umar Ra cepat menjawab, “jika kedatanganmu menyangkut kepentingan kaum muslimin, maka aku akan membiarkan lampu ini menyala, tetapi apabila menyangkut kepentingan pribadi aku akan segera mematikan lampu ini agar jangan ada fasilitas negara yang dibiayai dari mal kaum muslimin terpakai untuk kepentingan pribadi”.

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif, Sebaiknya anda tahu dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s