Kalimat pembuka yang standar…

Bismillahirohmanirohim… Assalamualaikum warahmutullahi wabarakatuh,

Alhamdulillah wa syukurillah,…Allah Swt sampai detik ini masih memberikan kita nikmat iman, islam, kesehatan dan kesempatan, dan Allah masih mengijikan kita untuk hadir di sini sehingga…..bla-bla-bla.

Anda sering mendengar kalimat seperti di atas? Kalimat itu adalah kalimat standar ketika seseorang diberi kesempatan untuk berbicara di depan umum…..

Tadi pagi ba’da sholat shubuh, saya dan seorang sahabat mendiskusikan hal tersebut. Mengapa kalimat tersebut di atas, menjadi SOP bagi para penceramah, khotib, ustadz atau siapa saja ketika akan memulai suatu pembicaraan di depan umum. Setelah dipikir dan ditelaah, ternyata memang kandungan dari pernyataan di atas sangat luar biasa…coba deh anda renungkan.

1. Nikmat Iman
Apakah pernah membayangkan kalau kita sudah tidak beriman lagi?…Allah Swt sudah menjamin, orang yang tidak beriman pasti masuk neraka (Pasti!). Semua amal kebaikannya tidak ada dinilai apabila seseorang tidak beriman sesuai syariat Islam. Bayangkan, betapa ruginya orang yang sudah tidak beriman lagi!,,,sementara itu, orang yang beriman, mempunyai peluang yang besar untuk masuk ke dalam surganya Allah yang full kenikmatan dan luasnya seluas langit dan bumi. Sehingga sangat logis, kalau keimanan harus selalu ditingkatkan dan disyukuri keberadaannya dalam diri kita.

2. Nikmat Islam
Tiada orang didunia ini yang beruntung selain menjadi umat Islam. silahkan pelajar Al Qur’an dan al hadist. Banyak sekali keuntungan menjadi umat Islam yang ber”ilah” Allah Swt dan bernabi Muhammad Saw.

3. Nikmat Sehat
Kita biasanya sadar akan nikmatnya sehat ketika datang sakit. Gak usah parah deh sakitnya,,,misalnya, sakit gigi saja. Yang sakit hanya satu gigi, tetapi akan membuat seluruh aktifitas kita terganggu. Berfikir dan konsentrasi susah,…apalagi menikmati makanan kesukaan kita. Itu baru sakit gigi, yang masih tergolong dengan sakit ringan. Bagaimana dengan sakit-sakit lain yang lebih parah?… Dan, hanya nikmat sehat dari Allah Swt yang membuat organ-organ tubuh kita berjalan sendiri dan bekerja sesuai fungsinya.

4. Nikmat diberi kesempatan
Betapa nikmatnya apabila ada kesempatan dan betapa tidak nikmatnya hidup tanpa punya kesempatan. Kita tidak akan bisa menikmati kursi pijat elektrik kalau tidak punya kesempatan untuk duduk diam dan santai. Kita tidak bisa menikmati indahnya liburan ke pegunungan kalau kita tidak diberi waktu libur untuk itu…dan seterusnya. Betapa nikmatnya apabila kita diberi waktu dan kesempatan untuk tilawah dan mengkaji al Qur’an bersama-sama dengan seluruh anggota keluarga…. Kesempatan yang diberikan Allah kepada kitalah, yang membuat kita dapat menikmati apa saja yang ada di dunia ini.

Jadi, mudah-mudahan sekarang kita lebih bisa berterima kasih kepada siapa saja yang terus mengingatkan kita tentang nikmat-nikmat yang Allah Swt berikan kepada kita…

Kebenaran hanya datang dari Allah Swt.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabaraaktuh.

Budi Purnomo

Tentang Budi

Moslem, Consultant, Trainer, Photographer, Gardener and Traveler.
Pos ini dipublikasikan di Inspiratif, Sebaiknya anda tahu dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s